Pangururan
Di Kota Pangururan ini terdapat satu desa yang memiliki suasana alam begitu indah dan cukup banyak disinggahi oleh wisatawan asing. Desa ini bernama Lumbansuhi. Di Pangururan juga terdapat dua pemandian air belerang yang sering di kunjungi dari mancanegara dan masyarakat lokal. Yaitu pemandian belerang di siogung-ogung dan air belerang di pintu batu.
Adapun destinasi wisata favorit lainnya adalah “Aek Rangat Pangururan Samosir”. “Aek Rangat” memiliki arti hot spring/air panas. Dinamakan air panas karena destinasi wisata yang berupa pemandian ini berada pada lereng Gunung Pusuk Buhit yang dikenal masih aktif.
Air panas tersebut berasal dari sumber mata air yang keluar dari batuan berwarna putih atau batu kapur. Air panas kemudian dialirkan ke kolam-kolam yang dikelola oleh penduduk setempat dan didukung oleh pemerintahan Samosir.
Mayoritas penduduk yang mendiami Pangururan bersuku Batak Toba. Salah satu keunikan suku Batak Toba adalah adanya pemahaman harus menghargai leluhur. Pemahaman ini diaplikasikan pada pengakuan terhadap tempat-tempat suci dan aktivitas adat dalam kehidupan sehari-hari.
Kepatuhan dan keyakinan masyarakat Batak Toba terhadap hal yang bersifat leluhur dan kewajiban adat hampir tidak bisa dipisahkan antara kegiatan adat dan keagamaan. Keyakinan ini dibuktikan dengan pemikiran masyarakat Batak Toba yang masih mengenal tempat suci atau sakral selain tempat ibadah, diantaranya Makam leluhur, Kampung leluhur dan Tugu marga.
Masyarakat Batak Toba selalu memberikan perlakuan khusus pada tempat-tempat itu. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh adanya keyakinan akan munculnya suatu dampak apabila tidak menghargai tempat –tempat suci.
Sumber : https://seringjalan.com/mengenal-kota-pangururan-kabupaten-samosir/